Lagi-lagi, belum hilang ingatan kita tentang jatuhnya hercules dan heli bolco mengalami kecelakaan, kemarin tanggal 12 Juni 2009 kembali sebuah heli milik TNI AU mengalami kecelakaan di Lanud Atang Sendjaja, Bogor. Belum diketahui penyebab kecelakaan. Kecelakaan pada saat ini sedang diselidiki oleh tim investigasi.Heli puma milik TNI AU dengan type SA-330 PUMA pada saat terjadi kecelakaan sedang dalam tes uji terbang, naas terjadi pada pukul 14.13 WIB heli tersebut mengalami kecelakaan di Lanud Atang Sendjaja, Bogor. Heli yang berawak 7 orang, mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 3 orang mengalami luka berat.
Empat orang yang meninggal tersebut antara lain Mayor Pnb Sobic (pilot) alm, Lettu Pnb Wisnu (co Pilot) alm, Serka Catur H (Jmu I) alm, Serda Dodi H (Spec) alm dan tiga orang yang mengalami luka berat antara lain Lettu Tek Ronny (Teknisi), Serka Efram (Jmu II), Serka Ferdinand (Pjmu I).
Korban yang meninggal dunia sebelum dimakamkan oleh keluarga korban diadakan upacara militer. Setelah Upacara Militer dilaksanakan, korban meninggal langsung dimakamkan sesuai keinginan dari keluarga masing-masing.
Kecelakaan yang dialami oleh TNI ini mendapat perhatian dari Ketua DPR, Agung Laksono dalam detik.com menyebutkan bahwa TNI harus terbuka sehingga anggaran TNI dapat diaudit. Anggaran pertahanan untuk TNI memang minim. Namun bukan berarti harus dilakukan penghematan dalam biaya perawatan dan pemeliharaan.
Selain itu Presiden SBY juga merasa prihatin dengan kembalinya kecelakaan heli milik TNI AU. Presiden menyayangkan kecelakaan itu terjadi kembali. Presiden beberapa kali mengingatkan Panglima TNI untuk lebih berhati-hati dan melakukan beberapa pencegahan agar kecelakaan tidak terjadi kembali.
Empat orang yang meninggal tersebut antara lain Mayor Pnb Sobic (pilot) alm, Lettu Pnb Wisnu (co Pilot) alm, Serka Catur H (Jmu I) alm, Serda Dodi H (Spec) alm dan tiga orang yang mengalami luka berat antara lain Lettu Tek Ronny (Teknisi), Serka Efram (Jmu II), Serka Ferdinand (Pjmu I).
Korban yang meninggal dunia sebelum dimakamkan oleh keluarga korban diadakan upacara militer. Setelah Upacara Militer dilaksanakan, korban meninggal langsung dimakamkan sesuai keinginan dari keluarga masing-masing.
Kecelakaan yang dialami oleh TNI ini mendapat perhatian dari Ketua DPR, Agung Laksono dalam detik.com menyebutkan bahwa TNI harus terbuka sehingga anggaran TNI dapat diaudit. Anggaran pertahanan untuk TNI memang minim. Namun bukan berarti harus dilakukan penghematan dalam biaya perawatan dan pemeliharaan.
Selain itu Presiden SBY juga merasa prihatin dengan kembalinya kecelakaan heli milik TNI AU. Presiden menyayangkan kecelakaan itu terjadi kembali. Presiden beberapa kali mengingatkan Panglima TNI untuk lebih berhati-hati dan melakukan beberapa pencegahan agar kecelakaan tidak terjadi kembali.




4 comments:
jadi ngeri klo naik pesawat jika ingat kejadian heli yg sering jatuh
wah tah sampai kapan capung capung besi kita terus berkurang populasinya,,,,jangan jangan kaya dinosaurus bakal punah semui neh.. ngeri ah kaya apa jadinya pertaindonesia ke depan sedangkan pesawatnya dah pada bobrok,,, eh sekali perang misalnya jangan jangan di stater aj ga hidup walah walah negara ini kacau
Akhirnya stlah "NGGOSIP" ternyata jatuh lagi :D
mensejahterakan rakyat miskin memang penting,,tapi pertahanan negara adalah keharusan...jangan sampai para prajurit terbaik dikorbankan nyawanya....
Post a Comment