Hari ini tanggal 30 Mei 2009 bertempat di kantor KPU tiga pasang calon presiden dan wakil presiden melaksanakan pengundian nomor urut untuk pemilihan presiden pada bulan juli mendatang. dari hasil pengundian nomor urut diketahui bahwa pasangan mega-prabowo mendapat nomor urut 1, dilanjutkan oleh SBY-Boediono dengan nomor urut 2 dan pasangan Jk-Wiranto dengan nomor urut 3.
setelah ditetapkanya pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan bertanding dalam pilpres 2009 maka semakin dekat pula hari H pilpres 2009.
ada sebagian rakyat binggung siapa yang pantas dipilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2009-2014, termasuk saya.
Apabila pemilihan dilaksanakan pada hari ini, mungkin saya termasuk golongan putih. karena saya masih binggung dengan calon yang pantas untuk dipilih.
menengok sejarah bangsa Indonesia, Presiden pertama adalah Ir.Soekarno. Bangsa Indonesia menganggap beliau merupakan pahlawan yang sukses mengantarkan bangsa Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan. Tapi saya mohon maaf terlebih dahulu apabila ada pihak yang merasa tersinggung dengan tulisan saya. Saya lebih menganggap Ir.Soekarno sebagai orang yang berambisius untuk menjadi Presiden. hal ini saya nilai memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia terlalu terburu-buru dan juga sikap ambisius Ir. Soekarno yang ingin berkuasa. Padahal sebelumnya sudah disiapkan sebuah badan persiapan kemerdekaan yang memang langsung dipimpin oleh Soekarno. namun mendengar Jepang kalah dalam perang, pemuda Indonesia memaksa Soekarno untuk memplokmirkan kemerdakaan. dan Kemerdekaan pun dianggap diraih. karena keegoisan para petinggi pejuang, hasil kemerdekaan yang diraih malah menjadi bomerang bagi bangsa Indonesia. karena persiapan untuk kemerdekaan belum sepenuhnya selesai, alhasil Negara yang baru merdeka ini menjadi karut-marut, perekonomian kacau, pertahanan dan keamanan lemah. Hal ini tebukti dengan mudahnya tentara Inggris berlabuh ke Surabaya dengan membawa tentara Belanda. dan secara tidak langsung Indonesia kembali di jajah oleh bangsa eropa tersebut. Indonesia baru bisa lepas dari penjajahan setelah diadakannya Konferensi Meja Bundar.
Dari hal tersebut saya menilai bahwa Ir.Soekarno tak lebih dari seorang yang ambisius, dan karena keegoisannya beliau pun digulingkan oleh para pemuda juga karena dianggap komunis dan digantikan oleh seorang jendral yaitu Soeharto.
Sama halnya dengan Soekarno, Suharto pun juga berambisius untuk menjadi penguasa. hal ini dapat dilihat dengan sejarah pergantian antara Soekarno dan Suharto yang sampai saat ini masih dipertanyakan kebenarannya. Supersemar yang ditujukan oleh Soekarno kepada Suharto sampai sekarang masih belum jelas ada dimana, dan bentuknya bagaimana. Saksi yang melihatpun tidak mau berkomentar.
namun saya menganggap Suharto sebagai Presiden yang berhasil membawa Indonesia menjadi negara yang sukses. hal ini terlihat dari pembangunan yang baik walaupun pembangunan hanya berada di pusat (Jakarta) dan sekitarnya. sedangkan daerah yang jauh dari pusat sangat sulit dalam pembangunannya.
Pembangunan yang berhasil malah menjadi mimpi buruk bagi Indonesia. Pada tahun 1997 terjadi krisis moneter untuk kawasan Asia, dan termasuk Indonesia. Indonesia mengalami krisis ekonomi dengan melesatnya infalsi dan kenaikan suku bunga sahingga berdamapak dengan melonjaknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Sehingga hutang Indonesia pun melonjak tinggi, dan batas tempo pembayaran membuat ekonomi menjadi kacau. para pengusaha elit kabur dari masalah, usaha menengah dan kecil langsung gulung tikar. Dan karena hal tersebut mulai lah diungkap kesalahan-kesalahan Suharto dari hal-hal kecil hingga ke keluarga dan kroni-kroninya. Suharto dianggap KKN (Korupsi, kolusi dan nepotisme). Dengan munculnya kesalahan Suharto mengakibatkan pemuda Indonesia kembali bergerak untuk mengulingkan Presiden. Dibalik para pemuda, beberapa orang yang saya juga menganggap sebagai orang yang ambisius untuk berkuasa. Diantaranya Megawati, Amien Rais, Gusdur yang juga sering berkomentar tidak jelas.
Dari aspirasi para pemuda tersebut akhirnya pertengahan tahun 1998 Suharto mengunggurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden dan digantikan oleh BJ. Habibie yang sebelumnya menjabat Wakil Presiden.
BJ.Habibie merupakan pelengkap dalam sejarah Presiden Indonesia, karene beliau hanya menjabat selama 1 tahun. Salah satu kesuskesan beliau adalah menyelenggarakan pemilu 1999 dengan jumlah 48 Partai yang ikut dalam peserta Pemilu 1999.
Dari hasil Pemilu 1999, PDIP menjadi pemenang dalam pemilu tersebut. Megawati yang berambisuis menjadi Presiden gagal dalam pemilihan presiden yang dilakukan oleh MPR RI dan Gus dur terpilih sebagai Presiden Ke-4 Republik Indonesia.
Untuk yang sosok Gus dur menurut saya susah ditebak, ada beberapa kalangan menilai Gus dur merupakan bagian dari zionis, memasukan Indonesia sebagi target dari misi Israel, tapi dilain pihak beliau merupakan tokoh agama Islam di Indonesia. Memang saya nilai Gus dur dalam mengeluarkan pendapat dan kebijakan terlihat sembarangan dan masa bodoh. Dari tindakannya yang masa bodoh inilah MPR kemudian memberhentikannya dari jabatannya sebagai Presiden dan digantikan oleh Megawati.
Mungkin itu sedikit sejarah perkembangan Presiden Indonesia.
Ditulisan berikut akan saya bahas lagi dari era Mega dan SBY.




0 comments:
Post a Comment